5 Penjelasan Soal Air Mani dan dapat Batalnya Puasa

setuju kok bila momen Ramadan mestinya perbanyak amalan. Tapi bukannya berbagi pengetahuan pun salah satu amalan ya? Mumpung terdapat momen Ramadan pun makanya Hipwee mengusung urusan yang abu-abu di masyarakat dalam artikel ini.

Nah kali ini, Hipwee mencoba menyerahkan (sedikit) pencerahan bikin cowok-cowok yang kerap keadaan bingung dengan hal-hal yang berhubungan dengan keluarnya cairan kesenangan atau mani pada bulan Ramadan. Tak pernah terdapat niatan menggurui, melulu murni guna saling berbagi.

1. “Apakah boleh bersangkutan badan pada bulan Ramadan?”
Ena-ena di bulan puasa…

Ini pertanyaan yang selalu hadir pada bulan Ramadan. Ramadan memang dikenal dengan bulan suci, namun bukan berarti anda tidak bisa bersangkutan badan. Tolong dicatat: peraturan utama bersangkutan badan pada Ramadan yang mesti dipahami, pastinya, dilaksanakan oleh pasangan yang halal atau telah terikat dalam tali pernikahan. Kedua, asal dilaksanakan pada justeru hari, sepasang insan diizinkan bersangkutan badan pada Ramadan. Kegiatan itu ada pada firman Allah surah Al Baqarah 187 yang berbunyi,

“Dihalalkan untuk kalian pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kalian; mereka itu ialah pakaian untuk kalian, dan kalian pun ialah pakaian untuk mereka. Allah memahami bahwasanya kalian tidak dapat menyangga nafsu kalian, karena tersebut Allah memaafkan kalian dan memberi maaf untuk kalian. Maka kini campurilah mereka dan carilah apa yang telah diputuskan oleh Allah guna kalian, dan santap minumlah sampai terang untuk kalian benang putih dari benang hitam, yakni fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa tersebut sampai datang malam, namun janganlah kalian campuri mereka tersebut sedang kalian beri’tikaf di masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kalian mendekatinya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya untuk manusia, agar mereka bertakwa.”

2. Kalau bersangkutan badan dan tertidur hingga pagi. Apakah boleh berpuasa tanpa mandi wajib?
Ketiduran…

“Telah diusung pena (kewajiban syar’i/taklif) dari tiga golongan: dari orang tak waras sehingga dia sembuh, dari orang tidur sampai-sampai bangun, dan dari anak-anak hingga ia bermimpi/dewasa.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

Kalau anda mendengar permasalahan tersebut, maka acuan guna menjawabnya juga tak sulit. Cukup sebutkan kriteria mesti puasa. Di antara kriteria mesti berpuasa, tak terdapat syarat suci dari hadas besar dan hadas kecil. Masalah telah mandi mesti sendiri melulu akan membuatmu bermasalah dengan kriteria mesti shalat yang mesti anda lakukan pada masa-masa Subuh. “Masa iya puasa dilakukan, shalat wajibnya ditinggal? Kan lucu~”

Dalam rukun Islam, shalat kan nomor dua, puasa nomor empat. Jadi bila menurut keterangan dari logika, anda pasti tahu mana dulu yang mesti diprioritaskan, meskipun dua-duanya sama-sama wajib.

3. “Apakah mimpi basah menciptakan puasa seseorang menjadi batal?”
Basah euy…

“Batal enggak ya?”

Buat kalangan cowok, pertanyaan semacam ini kerap hadir di masing-masing bulan puasa. Mungkin di antara dari anda pernah terdapat yang merasakan hal yang satu ini. Kita tahu sendiri, seluruh mimpi tersebut terjadi di bawah alam sadar kita. Pun begitu dengan mimpi yang buat celanamu basah.

Jawabannya juga tak pernah berubah, yaitu: tidak mengurungkan puasa. Kalau bicara dalilnya juga jelas. Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 286 yang intinya, “Allah tidak memberi beban pada seseorang di luar batas kemampuannya.”

Dalam buku Al Mughni (4/363) juga dilafalkan perihal mimpi basah di siang hari pada ketika menjalankan puasa. Andai terdapat seorang memiliki mimpi basah, maka tidaklah bobrok puasanya. Parah banget sih bila kamu enggak yakin.

Mimpi basah ialah suatu urusan Tempatbet55 yang sedang di luar kendali seseorang, yang mana orang tersebut mustahil mencegahnya menghampiri. Semua terjadi di luar kehendak orangnya. Siapa pun coba yang dapat mengatur mimpinya sendiri? Nah bila kamu mengalaminya, anda enggak usah kuatir puasamu batal. Yang urgen kamu tidak boleh lupa mandi wajib.

4. “Lalu, gimana hukumnya bila sengaja menerbitkan air mani pada siang hari ketika menjalankan puasa? Bukannya anda enggak bersetubuh ya?”
“Kan enggak bersangkutan badan sama lawan jenis?”

Kita jelas akan ngerti bila makan dan minum dapat membatalkan puasa seseorang. Itu urusan yang sangat umum. Kalau anda nginget-nginget mata latihan Agama Islam zaman sekolah anda pasti akan tau masih tidak sedikit hal yang dapat membatalkan puasa seseorang. Dan salah satunya: menerbitkan mani dengan sengaja sebab tak dapat menahan hawa nafsunya.

“Onani pada bulan Ramadhan dan di samping bulan Ramadhan hukumnya haram, jangan dilakukan, menurut firman Allah yang mengisahkan sifat orang beriman,” ujar Lajnah Daimah dari Komite Tetap guna Studi Islam dan Fatwa Arab Saudi.

Nah ‘kan? Orang yang mengerjakan masturbasi dengan sengaja enggak melulu batal puasanya, tapi pun wajib tobat dan menggantinya di hari lainnya. Di samping itu, meskipun enggak bersangkutan badan dengan lawan jenismu, onani tetap saja mengurungkan puasa.

Kalau anda kurang puas dengan fatwa di atas, terdapat yang lebih tentu nih. Allah berfirman dalam surah Al Mu’minun ayat 5-7 yang berbunyi, “Dan orang-orang yang mengawal kemaluan mereka, kecuali untuk istri atau hamba sahaya mereka karena tersebut tidak tercela. Barang siapa yang menggali di samping itu, maka mereka itulah orang yang mendahului batas.”

5. Tapi bila kemarin anda ngelakuin dan belum tahu soal hukumnya, gimana dong?

Kadang, guna tahu sesuatu yang benar, saya dan anda butuh tahu pun mana yang salah. Setelah anda baca pada poin pada nomor dua di tulisan ini, maka bisa jadi pertanyaan beda seperti: “Aku kan enggak ngerti soal hukumnya dan justeru lanjut puasa aja masa-masa itu, terus gimana dong?”.

Meminjam kutipan dari kajian Ustadz Ammi Nur Baits dalam laman Konsul Syariah, beliau bilang, “Seandainya anda belum tahu sama hukumnya, anda tak berdosa. Namun anda punya utang puasa dan mesti bertanggungjawab membayarnya di hari yang lain.”

Setelah baca paragraf sebelumnya anda mungkin akan bilang hamdallah sebab bebas dari dosa sebab beronani di ketika puasa. Tapi anda tetap punya tanggungan puasa yang mesti anda bayar di hari di samping pada bulan Ramadan. Jadi enggak ada dalil buat enggak tahu hukumnya ‘kan sesudah baca ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *